tampilan Krs hari ini

6 February 2012

Fatal error: require_once(): Failed opening required ‘Zend/Exception.php’

Filed in Academic at 1:33 am

no comments

Dikutip dari kata-kata teman sayaaa..hha

18 January 2012

1. Nomor darurat utk telepon genggam adlh 112.
jika anda sedang di daerah yg tdk menerima sinyal hp & perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan hp akan mencari otomatis network apapun yg ada utk menyambungkan nomor darurat bagi anda.
dan yg menarik, nomor 112 dpt ditekan biarpun keypad dlm kondisi di lock

2. Kunci mobil anda ketinggalan di dlm mobil? anda memakai kunci remote?
kalau kunci anda ketinggalan dlm mobil & remote cadangannya ada di rumah, anda sgera telpon orang rmh dgn hp, lalu dekatkan hp anda kurang lebih 30cm dari mobil & minta org rumah utk menekan tombol pembuka pd remote cadangan yg ada dirumah.
pd waktu menekan tombol pembuka remote, minta org rmh mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya.

3. Battery cadangan darurat khusus nokia
kalau baterai anda sdh sgt minim pdhal anda sedang menunggu telpon penting ato sedang butuh menelfon dlm kondisi darurat, tp karna telfon anda nokia… silahkan tekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart & baterai akan bertambah 50%.
baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge hp anda.

4. Tips untuk menge-check keabsahan mobil/motor anda. (Jakarta area only)
ketik : contoh metro b86301o (no plat mobil anda) kirim ke 1717, nanti akan ada balasan dari kepolisian mengenai data2 kendaraan anda, tips ini jg berguna untuk mengetahui data2 mobil bekas yg hendak anda akan beli.

5. Jika anda sedang terancam jiwanya krna dirampok/ditodong seseorang utk mengeluarkan uang dari atm, maka anda bisa minta pertolongan diam2 dgn memberikan nomor pin scara terbalik, misal no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb.
fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit org yg tahu

( tlg disebarkan)
indahnya berbagi ^^hal yg jarang diketahui orang… semoga bermanfaat

Filed in Academic at 9:03 pm

no comments

my Exam with mom

2 November 2011

selama UTS Semester 3 gw di temenin belajar di kossan sama nyokap. gak tau kenapa sensasinya beda kalo nykp ada di deket gw. jadi betaaah banget di kossan.. semoga nilai UTS gw bagus yahh, biar nykp seneng dengernya. udah keseringan banget bikin dia nangis, padahal dia udah bela2in dateng,,nenteng2 makanan.. eh malah kita bikin kecewa dia.. kasian.. syg bgt lah pokoknya sm nykp.. u’re my everythings mom..i love you so much,forever.

Filed in Academic at 8:07 am

no comments

Liberalisasi Pertanian

12 September 2010

Anggia Pratiwi Haryadini

E44100101

Liberalisasi Pertanian

Food Estate, Minapolitan, ACFTA, kenaikan harga pupuk dan sembako

Liberalisasi Pertanian tidak secara total menyebabkan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Artinya, liberalisasi pertanian di Indonesia harus disikapi secara arif dan bijaksana dengan melakukan berbagai upaya untuk memperkecil dampak negatifnya.

Dalam hal ini akan sedikit membahas lebih lanjut tentang liberalisasi pertanian yaitu Food estate, Hasil dari pengembangan Food Estate bisa menjadi pasokan ketahanan pangan nasional dan jika berlebih bisa dilakukan ekspor. Pemerintah berencana akan mengimplementasikan konsep Food Estate ini khususnya di daerah luar jawa. Pemerintah telah menjadikan program Food Estate menjadi program 100 hari untuk menyelesaikan peraturan perundangan dalam mengatur tentang Food Estate. Hal yang akan diatur dalam regulasi food estate antara lain soal luas maksimum lahan, jangka waktu usaha, penggunaan subsidi bagi pelaku usaha, ketentuan fasilitas kredit, saham maksimum yang bisa dimiliki asing, dan lainya, keuntungan dan kerugian dari food estate ini cenderung seimbang, maka harus teliti agar tidak mengalami kerugian. Terlepas dari masalah Food Estate yang digulirkan oleh pemerintah semestinya kita mengerti bahwa akar permasalahan selama ini di bidang pertanian salah satunya adalah masalah kepemilikan dan distribusi lahan pertanian. Lalu berlanjut pada Minapolitan, konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan dengan prinsip-prinsip, integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi ini dijalankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai program lima tahun kedepannya. Proses ini Akan membangun kawasan minapolitan (kawasan produksi kelautan dan perikanan yang terintegrasi) di 28 kabupaten sebagai pilot project untuk meningkatkan produksi perikanan di Indonesia. Program untuk membuat kawasan minapolitan di 28 kabupaten itu direncanakan akan didanai melalui anggaran APBN-Perubahan 2010, yang saat ini pembahasannya masih dalam pembahasan di DPR. Pembentukan kawasan minapolitan itu dimaksudkan untuk meningkatkan produksi ikan dengan harga ikan yang murah dan terjangkau masyarakat ini juga termasuk dalam liberalisasi dalam pertanian. Kenudian Tentang ACFTA perjanjian perdagangan bebas (free trade agree-ment/FTA) ASEAN-Cina, sejak 1 Januari 2010, kian nyaring. Semua kerisauan bermuara pada satu hal bagi Indonesia, ACFTA lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Atas dasar itulah, mereka mendesak perdagangan bebas itu dibatalkan, atau setidak-tidaknya ditunda. Pemerintah bukannya tidak merespons kerisauan dunia usaha. Namun bagi pemerintah tidak berlaku kamus mundur. Untuk menyiapkan langkah-langkah konkret-antisipatif, pemerintah membentuk tim pemantau. Seperti yang sudah-sudah, pemerintah, pelaku usaha, dan industri tergagap-gagap ketika dihadapkan pada situasi baru yang mengancam. Ratifikasi ACFTA dilakukan pemerintah enam tahun lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 2004. Tapi, sejak itu hingga menuju implementasi, tak tampak langkah-langkah antisipatif yang terukur untuk menyiapkan diri menghadapi medan kompetisi baru. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan pelaku usaha seperti tidak ngeh konsekuensi yang hams ditanggung saat pemerintah meneken ACFTA. Departemen dalam pemerintahan berjalan sendiri-sendiri. Imbauan berulang-ulang Menteri Perindustrian (saat itu) Fahmi Idris agar ACFTA ditunda tidak mendapat respons yang semestinya dari pihak-pihak terkait, khususnya Departemen Perdagangan. Berlakunya ACFTA mengharuskan Indonesia melakukan re-focusing pengembangan sektor pertanian sesuai dengan keunggulan komparatif dan kompetitif. Indonesia unggul di sektor perkebunan. Namun keunggulan itu ditopang ekspor produk-produk mentah bernilai tambah rendah, bukan produk olahan. Nilai tambah yang tinggi justru dinikmati pihak lain, orang lain, dan negara lain. Fokus harus ditata ulang, selain intens mengembangkan komoditas unggulan di hulu, on farm, juga di hilir. Pemerintah mesti mendorong industi! hilir dengan kebijakan memihak. Kemudian semua itu pasti berpengaruh kepada rakyat kecil termasuk para petani terutama masalah Kenaikann Harga Pupuk dan Sembako, semua saling berpengaruh harga pupuk naik maka harga sembako pun naik. Kebijakan bermacam-macam tapi tetap Negara kita tidak maju, bahkan kemiskinan semakin bertambah. Itu termasuk dampak terjadinya liberalisme dalam pertanian. Sudah saatnya kita belajar dari kegagalan dan belajar dari kesuksesan negara lain untuk membangun ekonomi yang melindungi, mengayomi, dan menyejahterakan masyarakat. Saatnya kita mengubah kebijakan ekonomi dengan mengambil ‘jalan baru’, seperti dipopulerkan oleh Dr Rizal Ramli dan Dr Fuad Bawazier. Kita tidak harus anti ‘Washington Consensus’, tetapi yang baik dan menguntungkan bagi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia, kita ambil dan amalkan. Yang merugikan apalagi yang mencelakakan harus ditolak, seperti privatisasi BUMN.
Nasib rakyat, bangsa, dan negara tidak seharusnya diserahkan kepada mekanisme pasar yang dikendalikan para kapitalis. Pasar harus dikendalikan oleh pemerintah dengan membuat instrumen undang-undang untuk melindungi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Dengan demikian, pemerintah terasa adanya tidak seperti sekarang.

Filed in Academic at 9:09 am

no comments

MaX

27 July 2010

IPB Badge

Filed in Academic at 1:39 am

no comments

Pelatihan IT

IPB Badge

Filed in Academic at 1:31 am

no comments